PENGUJIAN BIODEGRADABILITAS PADA WATER BASED DEGREASER

by Administrator


Posted on 24 Sep 2021 17:20 pm



    Biodegradabilitas merupakan suatu metode uji yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan suatu produk apakah mudah atau sulit didegradasi secara biologi dalam rentang waktu 28 hari. Metode yang digunakan pada pengujian ini adalah metode OECD 306.

    Jika setelah pengujian suatu produk memiliki nilai persentase biodegradabilitas di atas 60%, maka akan dikategorikan sebagai produk yang mudah didegradasi (readily biodegradable). Sebaliknya, jika hasil pengujian di bawah 60%, maka termasuk kategori produk yang sulit terdegradasi (unreadily biodegradable).

    Sifat biodegradabilitas ini akan sangat berguna jika dimiliki oleh produk water based degreaser. Sebagai “sabun” industri yang digunakan untuk mencuci unit, produk ini akan terbuang ke lingkungan setelah pemakaian. Dengan sifat biodegradable, berarti produk ini lebih mudah terurai dan tidak akan menimbulkan pencemaran lingkungan.

Gambar 1 Dokumentasi Pengetesan Biodegradabilitas pada Produk Blue Cleaner RR di Lab Independen

    Produk Blue Cleaner RR yang sudah memiliki 4 sertifikasi, yakni biodegradabilitas, LC50, LD50 dan quick break akan dapat meningkatkan performa produk dan lingkungan. Dengan sertifikasi tersebut, biaya yang dikeluarkan untuk pengurusan limbah B3 dapat menurun karena yang termasuk limbah B3 hanya kotoran hasil sisa pencucian saja. Sedangkan, degreaser-nya sendiri sudah biodegradable dan punya sertifikasi LC50 dan LD50.

    Mari bergabung bersama perusahaan-perusahaan yang sudah merasakan manfaat dari penggunaan Blue Cleaner RR. Ditambah dengan adanya dukungan teknis yang handal yang siap berkonsultasi dan memberikan saran teknis, Blue Coolant Indonesia merupakan pilihan tepat untuk membantu anda dalam melancarkan operasional unit anda. Hubungi (021) 3866065 atau WA ke +62 895 3222 68870 dan kunjungi website www.bluecoolant.com untuk pertanyaan dan diskusi lebih lanjut.

Search
Sign In