ETHYLENE GLYCOL & PROPYLENE GLYCOL

by Administrator


Posted on 26 Aug 2021 10:02 am



  Di negara tropis, sifat antifreeze (anti beku) dari engine coolant tidak dibutuhkan. Sifat ini diperoleh dari keberadaan glikol. Glikol sendiri memiliki dua fungsi pada engine coolant. Selain sebagai anti beku, glikol juga memberikan fungsi antiboil (anti didih). Dengan penambahan glikol, titik beku dari engine coolant menjadi di bawah 0oC dan titik didih dari engine coolant di atas 100oC (pada sistem terbuka atau tidak bertekanan).

  Glikol yang digunakan umumnya ada dua tipe, yakni ethylene glycol (C2H6O2) dan propylene glycol (C3H8O2). Perbedaan dari keduanya adalah level toksisitasnya. Produk propylene glycol memiliki level toksisitas lebih rendah. Sedangkan, ethylene glycol tidak boleh tertelan oleh manusia dan hewan. Lalu mengapa tidak semua engine coolant menggunakan propylene glycol saja? Karena banyak sekali keuntungan yang diperoleh dari penggunaan ethylene glycol.

  Pertama, dilihat dari fungsi dasarnya sebagai anti beku dan anti didih, ethylene glycol memberikan performa yang lebih baik dibandingkan propylene glycol. Di bawah ini adalah tabel dari performa anti beku dan anti didih dari ethylene glycol, propylene glycol dan juga water based coolant (tidak mengandung glikol)

  Selain itu, engine coolant umumnya digunakan di sistem pendingin tertutup di mana potensi tertelannya engine coolant oleh manusia atau hewan, serta potensi kontak dengan makanan juga sangat minimal. Dengan demikian, ethylene glycol merupakan opsi terbaik sebagai anti beku dan anti didih di engine coolant. Lain halnya jika digunakan pada sistem dimana ada potensi kontak dengan makanan atau digunakan di sistem terbuka, seperti contohnya pada proses deicing airplane. Jika demikian, penggunaan propylene glycol lebih tepat.

  Banyak rumor yang beredar bahwa propylene glycol dianggap lebih ramah lingkungan dibanding ethylene glycol. Padahal sebenarnya ethylene glycol hanya berbahaya jika sudah tertelan. Jika dilihat efeknya ke lingkungan, baik ethylene dan propylene glycol sama-sama dapat terbiodegradasi setelah jangka waktu tertentu.

  Sudah banyak perusahaan dan individu yang merasakan benefit penggunaan produk Reco-Cool coolant. Ditambah dengan adanya dukungan teknis yang handal yang siap berkonsultasi dan memberikan saran teknis, Blue Coolant Indonesia merupakan pilihan tepat untuk membantu anda dalam melancarkan operasional unit anda. Hubungi (021) 3866065 atau WA ke +62 895 3222 68870 dan kunjungi website www.bluecoolant.com untuk pertanyaan dan diskusi lebih lanjut.

Search
Sign In