EFEK PENGGUNAAN ADITIF 2-EH PADA ENGINE COOLANT

by Administrator


Posted on 18 Aug 2021 10:49 am



  Komposisi dari engine coolant adalah air demineralisasi, aditif plus glikol (jika glycol based coolant). Dari ketiga komposisi tersebut, aditif merupakan hal yang menentukan kualitas engine coolant. Aditif engine coolant-lah yang menentukan berapa lama lifetime coolant tersebut dan menentukan apakah coolant tersebut dapat memberi perlindungan pada berbagai jenis logam atau hanya di satu jenis logam saja.

  Aditif yang digunakan terdiri dari inorganic additive, organic acid additive atau kombinasi dari keduanya. Salah satu jenis organic acid additive yang menjadi pembahasan adalah 2-EH (2-ethylhexanoic acid)

  Aditif tersebut memberikan perlindungan korosi yang baik. Akan tetapi, aditif tersebut memberikan efek samping pada elastomer (selang dan seal). 2-EH teridentifikasi menyebabkan degradasi pada elastomer. Degradasi tersebut menyebabkan elastomer itu getas, menjadi keras dan mudah retak. Hal ini dapat menimbulkan kebocoran, bisa kebocoran eksternal atau kebocoran internal ke sistem lubrikasi yang akan menyebabkan tercampurnya coolant dengan oli.

  Banyak brand coolant yang masih menggunakan 2-EH sebagai aditifnya. Sedangkan, semua varian produk Reco-Cool tidak ada yang menggunakan aditif 2-EH sehingga membuat elastomer lebih terjaga.

  Produk-produk Reco-Cool yang diusung oleh Blue Coolant Indonesia memang didesain untuk memberikan manfaat semaksimal mungkin untuk penggunanya. Mari bergabung bersama perusahaan-perusahaan yang sudah merasakan manfaat dari penggunaan Reco-Cool coolant. Ditambah dengan adanya dukungan teknis handal yang siap berkonsultasi dan memberikan saran teknis, Blue Coolant Indonesia merupakan pilihan tepat untuk membantu dalam melancarkan operasional unit anda. Hubungi (021) 3866065 atau WA ke +62 895 3222 68870 dan kunjungi website www.bluecoolant.com untuk pertanyaan dan diskusi lebih lanjut.

Search
Sign In