FUNGSI GLIKOL PADA COOLANT

by Administrator


Posted on 04 May 2021 16:52 pm



Glikol merupakan salah satu bahan yang umum terkandung di dalam radiator coolant. Glikol adalah senyawa organik cair yang tidak berbau, tidak berwarna dan memiliki viskositas di atas air. Cairan ini juga memiliki titik beku di bawah air dan titik didih di atas air.

Dengan sifatnya yang memiliki titik beku rendah dan titik didih tinggi, maka glikol umum ditambahkan ke dalam radiator coolant. Dan memang fungsi dari glikol di radiator coolant hanyalah sebagai antibeku (menurunkan titik beku) dan antididih (menaikkan titik didih). Keberadaan glikol sama sekali tidak mempengaruhi ke kemampuan antikorosi atau juga kompatibilitas terhadap material logam dan elastomer di dalam sistem pendingin. Fungsi antikorosi pada coolant, begitu juga dengan antikerak, antibuih dan anti-pitting didapat dari aditif, bukan dari glikol.

Umumnya jenis glikol yang digunakan adalah etilen glikol. Namun, selain etilen glikol, ada juga penggunaan propilen glikol sebagai antibeku dan antididih. Propilen glikol diperoleh dari hasil pemrosesan etilen glikol sehingga harganya lebih mahal. Perbedaan mendasar dari keduanya adalah yakni propilen glikol lebih aman jika tertelan, sedangkan etilen glikol tidak. Namun, hal ini dapat diantisipasi dengan adanya penambahan bitterant (pemberi rasa pahit) pada coolant sehingga potensi etilen glikol tertelan akan minimal. Sebenarnya, kemampuan antibeku dan antididih propilen glikol lebih buruk dibandingkan etilen glikol. Selain itu, baik etilen maupun propilen glikol sama-sama bisa terdaur ulang ke lingkungan walaupun membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Di bawah ini adalah tabel mengenai titik beku dan titik didih dari coolant yang mengandung etilen glikol dan propilen glikol, serta tanpa glikol (water based coolant)

Produk water based coolant sebenarnya cukup untuk perlindungan di negara tropis di mana antibeku sama sekali tidak diperlukan. Untuk kemampuan antididih pun sebenarnya masih bisa ditoleransi karena coolant temperatur pada engine umumnya di kisaran 85-95oC, masih di bawah titik didih air. Namun, glikol memang memberikan perlindungan ekstra.

Blue Coolant Indonesia memiliki varian produk coolant berbasis etilen glikol dan juga coolant berbasis air (water based coolant). Kedua tipe produk ini dapat membuat penggantian komponen di sistem pendingin lebih lama dan akan membuat anda berhemat dalam pembelian komponen. Dengan adanya dukungan teknis yang handal yang siap berkonsultasi dan memberikan saran teknis, Blue Coolant Indonesia merupakan pilihan tepat untuk membantu anda dalam melancarkan operasional unit anda. Hubungi (021) 3866065 atau WA ke +62 895 3222 68870 dan kunjungi website www.bluecoolant.com untuk pertanyaan dan diskusi lebih lanjut.

Search
Sign In