KOMPOSISI ENGINE COOLANT

by Administrator


Posted on 30 Dec 2020 13:31 pm



Fungsi utama dari engine coolant adalah sebagai pemindah panas dari dalam sistem pendingin ke luar. Panas yang dihasilkan selama engine dinyalakan perlu dijaga pada suhu optimum. Media pemindah panas terbaik di muka bumi ini adalah air. Namun, air korosif terhadap logam, yang merupakan komponen utama penyusun engine. Dengan fungsi-fungsi seperti itu, di bawah ini adalah komposisi dari engine coolant:

  1. Air Demineralisasi

Walaupun bersifat korosif, air tetap digunakan sebagai pemindah panas di engine. Namun, tidak sembarang air dapat dijadikan bahan baku engine coolant. Air yang digunakan adalah air demineralisasi atau air yang sudah dihilangkan mineralnya, berbeda dengan air mineral yang umum kita temukan pada kehidupan sehari-hari (seperti air minum dan air tanah). Air mineral pastilah memiliki kandungan mineral seperti kalsium, magnesium, zinc, dll. Mineral tersebut jika kena panas akan menempel di dinding logam dan menimbulkan kerak (scale) yang jika dibiarkan terus-menerus akan menebal. Sehingga kerak tersebut akan menghalangi proses pemindahan panas dan berpotensi membuat engine overheat.

  1. Aditif

Penggunaan air demineralisasi akan mencegah pembentukan kerak, tetapi tetap korosif pada sistem pendingin. Oleh karena itu perlu ada penambahan aditif anti-korosi pada air demineralisasi tersebut sehingga tidak akan menimbulkan korosi. Selain itu, juga ditambahkan aditif anti-kerak, anti-buih, anti-pitting dll.

Aditif yang digunakan pun ada yang hanya memberikan perlindungan ke satu jenis logam, seperti hanya ke besi saja atau ke aluminium saja. Namun, ada juga yang sudah hybrid karena engine coolant tersebut dapat memberikan perlindungan berbagai jenis logam. Umumnya ada 6 jenis logam yang menjadi penyusun sistem pendingin, yaitu besi, aluminium, tembaga, baja, kuningan dan patri. Produk Reco-Cool yang beredar di Indonesia merupakan produk yang masuk kategori kedua, yakni sudah dapat melindungi dari berbagai jenis logam.

  1. Glikol

Dengan dua komposisi di atas sebenarnya sudah cukup untuk melindungi komponen sistem pendingin. Namun, jika unit tersebut digunakan di negara yang suhunya bisa mencapai di bawah 0oC, maka akan timbul isu titik beku dari engine coolant tersebut. Oleh karena itu, ditambahkanlah glikol (umumnya etilen glikol) sebagai anti-beku (dan juga anti-didih). Inilah alasan utama mengapa manual book dari unit merekomendasikan engine coolant yang memiliki kandungan glikol.

Dilihat dari fungsinya, kunci dari performa engine coolant ada di aditifnya. Ironisnya banyak mitos yang bertebaran bahwa persentase glikol yang tinggi menjadikan engine coolant tersebut lebih baik. Padahal, engine coolant dengan kandungan 50% glikol belum tentu lebih baik dari yang hanya 25% atau bahkan tanpa glikol (water based coolant). Justru dari aditif inilah yang menjadikan suatu engine coolant sudah hybrid atau tidak dan juga dapat memberikan perlindungan hingga lifetime tertentu (ada yang hanya 500 jam, 1000 jam, 2000 jam, 4000 jam atau bahkan sampai 6000 jam)

Jika ada pertanyaan dan diskusi lebih lanjut mengenai sistem pendingin dan produk Reco-Cool, hubungi (021) 3866065 atau WA ke +62 895 3222 68870 dan kunjungi website www.bluecoolant.com.

Search
Sign In