HEAVY DUTY GRADE COOLANT

by Administrator


Posted on 31 Aug 2020 15:28 pm



Terdapat dua kelas pada coolant, yakni automotive grade coolant dan heavy duty grade coolant. Pengelompokan dua kelas ini berdasarkan jam kerja operasional dari unit yang digunakan. Jika operasional kerja unit tersebut di bawah 8 jam per hari maka dikategorikan automotive grade dan jika di atas 8 jam per hari maka dikategorikan heavy duty grade.

Untuk unit heavy duty membutuhkan produk yang memiliki perlindungan ekstra. Biasanya coolant-coolant OEM atau coolant-coolant dari oil maker memiliki lifetime yang lebih panjang dibandingkan automotive grade coolant. Jika automotive grade coolant biasanya mencantumkan lifetime sampai 20 ribu km, maka lifetime coolant-coolant heavy duty grade biasanya tercantum minimal 4000 jam.

Jika kita konversi 4000 jam tersebut ke kilometer, dengan cara mengalikan 4000 jam dengan 20 km/jam (kecepatan rata-rata unit di Jakarta), maka diperoleh bahwa lifetime heavy duty grade coolant mencapai 80 ribu km atau 4 kali lipat masa pakai automotive grade coolant. Lifetime tersebut memang masih dapat berubah bergantung dari kecepatan rata-rata dari unit tersebut.

Bahkan, coolant Reco-Cool memiliki lifetime 6000 jam yang artinya bisa mencapai sekitar 120 ribu km. Hal ini akan memudahkan tim pemeliharaan saat pengecekan kondisi kendaraan. Dengan interval pemeliharaan yang lebih panjang berarti unit tidak perlu berlama-lama di bengkel dan waktunya dapat dialokasikan lebih untuk bekerja.

Selain itu, tim pemeliharaan tidak perlu sering-sering mengganti coolant. Cukup melihat ketinggian coolant dan cek apakah perlu penambahan (top up). Jika unit tersebut dari awal sudah terlindungi dan tidak ada kebocoran di sistem, biasanya penambahan hanya sekitar 1-2% dari kapasitas total. Dan yang perlu diingat adalah penambahan harus menggunakan coolant yang sama, jangan dengan air atau coolant yang berbeda. Jika penambahan dilakukan dengan air maka akan menyebabkan korosi di dalam sistem dan jika dengan coolant lain bisa jadi kedua coolant tersebut tidak saling kompatibel karena tidak semua senyawa kimia yang dicampurkan akan saling kompatibel.

Lalu, bagaimana jika heavy duty grade coolant ini dimasukkan ke unit otomotif (mobil pribadi contohnya). Jika demikian, maka perlindungannya bisa sampai bertahun-tahun atau malah sampai unit tersebut sudah diremajakan. Hal ini juga akan memudahkan pemeliharaan dari unit tersebut. Info detail dan konsultasi mengenai heavy duty grade coolant bisa langsung menghubung tim teknikal PT. Blue Coolant Indonesia.

Search
Sign In