AUTOMOTIVE GRADE COOLANT

by Administrator


Posted on 28 Aug 2020 18:44 pm



Terdapat banyak opsi dalam pemilihan coolant. Namun, tak banyak yang tahu perbedaan dari produk-produk tersebut.

Satu hal yang terkadang diabaikan dalam pemilihan coolant adalah kecocokan coolant tersebut dengan tingkat pekerjaan dari unit itu sendiri. Ada banyak unit-unit yang bekerja keras (heavy duty), namun tidak menggunakan coolant sesuai pengaplikasian. Bahkan pada praktiknya, banyak aplikasi pemeliharaan sistem pendingin mesin di sektor heavy duty yang disamakan dengan aplikasi pemeliharaan dengan automotive grade.

Kategori automotive grade adalah unit yang beroperasi di bawah 8 jam per hari. Pada data pendukung produk automotive grade coolant tertulis bahwa lifetime mencapai 20 ribu km atau satu tahun, walaupun tidak semua automotive grade coolant memiliki atau mencantumkan data pendukung tersebut. Terkadang banyak perusahaan yang menggunakan automotive grade coolant, tetapi tidak mengikuti rekomendasi penggantian coolant tersebut. Bisa jadi karena tidak tahu atau malah tidak diberi tahu oleh pemasok coolant tersebut.

Banyak produsen coolant yang menganggap bahwa 20 ribu km itu ekuivalen dengan pemakaian satu tahun. Sedangkan, jika kita membicarakan unit-unit truk, bus, atau kendaraan-kendaraan logistik lainnya, maka sangat tidak masuk akal apabila 20 ribu km itu diekuivalensikan dengan satu tahun. Biasanya 20 ribu km sudah tercapai sekitar 3 bulan.

Beberapa perusahaan ekspedisi kini sudah memiliki interval penggantian oli mesin setiap 20 ribu km. Jika mengacu pada lifetime automotive grade coolant tersebut, maka setiap penggantian oli mesin berarti harus dilakukan juga penggantian coolant. Oleh karena itu, grade coolant ini memang didesain untuk kendaraan-kendaraan pribadi yang memang beroperasi rata-rata di bawah 8 jam per hari atau dalam setahun sekitar 20 ribu km.

Ketidaktahuan penggantian automotive grade coolant bisa berakibat fatal karena jika lifetime coolant tersebut sudah melewati lifetime rekomendasinya, maka fungsi aditif pada coolant tersebut sudah mulai mengalami penurunan dan akhirnya tidak lagi memiliki perlindungan terhadap korosi, kerak, pitting dll. Jika dibiarkan terus menerus, ini dapat menyebabkan kerusakan pada komponen sistem pendingin, seperti water pump, engine liner, radiator, thermostat beserta housing-nya dan elastomer (selang dan seal). Padahal penggunaan coolant dengan aplikasi yang tepat akan membuat penggantian komponen-komponen tersebut lebih lama.

Informasi detail dan konsultasi lebih lanjut mengenai lifetime automotive grade coolant silahkan menghubungi tim teknikal PT. Blue Coolant Indonesia.

Search
Sign In